HMINEWS.Com  – Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Asahan melakukan aksi jahit mulut sebagai protes maraknya kejahatan korupsi di Indonesia. Aksi ditujukan kepada dunia, pemerintah Indonesia dan khususnya Pemkot Tanjungbalai dan Asahan agar tidak main-main memberantas kejahatan korupsi yang luar biasa.

Aksi tersebut berlangsung di depan Kantor Walikota Tanjungbalai, Sumatera Utara dalam unjukrasa memperingati Hari Anti Korupsi Dunia. Sementara aktivis yang menjahit mulutnya adalah Emil Sanosa, mahasiswa Universitas Asahan.

“Kami menuntut Walikota Tanjungbalai mundur dari jabatannya karena tidak bisa mensejahterakan masyarakat, malahan kualitas pendidikan semakin menurun dan terkait kasus korupsi di Tanjungbalai yang selalu ditutup-tutupi,” kata Sekretaris Umum HMI MPO Cabang Asahan, Indra, Senin (10/12/2012).

Kekesalan khusus hingga berujung pada aksi jahit mulut adalah pelanggaran UU No 9 tahun 1998 tentang penyampaian aspirasi yang terjadi di Tanjungbalai, yaitu dilayangkannya surat kepada Kapolda Sumut oleh Pemkot Tanjungbalai terhadap pihak mahasiswa dan OKP yang kerap berunjukrasa.

Padahal, menurut Emil, mereka berunjukrasa karena berbagai ketidakberesan dan penyimpangan, bahkan indikasi korupsi yang dilakukan pemkot setempat.  “Bukannya memperbaiki kinerja agar bersih, tapi mereka malah mengadukan mahasiswa dan OKP ke Polda,” ujarnya.

Aduan ke Polda dinilai sebagai ancaman kebebasan menyampaikan aspirasi dan wujud dari tidak transparannya pengelola pemerintahan.