HMINEWS.Com – Pengamat politik dari Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi, Yayan Rudiyanto mengatakan berbagai penyebab rendahnya tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Kota Bekasi 2012. Masyarakat disinyalir sudah apatis terhadap kepemimpinan kota penyangga ibukota tersebut.

“Kemungkinannya, masyarakat apatis terhadap kepemimpinan politik yang selama ini selalu mempertontonkan perilaku yang tidak baik. Sehingga masyarakat enggan untuk terlibat dalam proses politik seperti Pilkada,” kata Yayan sebagaimana ditulis bekasiraya, Senin (17/12/2012).

Sebagaimana diketahui, calon walikota incumbent, Rahmat Effendi atau Pepen, didera sejumlah kasus seperti kasus poligami, serta dikenal tidak akur dengan walikota sebelumnya ketika dia menjadi wakil walikota. SM2 merupakan istri walikota sebelumnya yang kini dipidana karena kasus korupsi, sedangkan kandidat lain kurang dikenal sepak terjangnya oleh masyarakat.

Selain hal itu, KPU Kota Bekasi juga dinilai tidak bekerja maksimal. Banyak masyarakat yang tidak mendapat undangan, serta pelayanan lain yang kurang seperti layanan terhadap pemilih yang menyandang cacat. Ditambah dengan kultur masyarakat Bekasi yang metropolis dan banyak bekerja di kota sekitar seperti Jakarta.