HMINEWS.Com – Menteri BUMN Dahlan Iskan dinilai hanya ‘gertak sambal’ karena belum berani lapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap dugaan pemerasan BUMN oleh DPR. Dahlan hanya lapor ke Badan Kehormatan (BK) DPR.

Bahkan, dalam laporannya ke BK DPR itu Dahlan merevisi dua nama di antaranya, yaitu MIE dan ATP. Hal itu menunjukkan ketidakkonsistenan Dahlan.

Fadjroel Rachman, anggota Dewan Pendiri Soegeng Sarjadi School of Government, melalui jejejaring sosial twitter dalam akunnya @fadjroeL, mempertanyakan sikap tersebut.

“Sebenarnya ada apa ini bro @iskan_dahlan nama pemeras yg diajukan direvisi, lalu yg dilaporkan laki2 ternyata wanita, sudah salah 2 nama ini,” tulis Fadjroel Rachman, Jum’at (16/11/2012) malam.

Respon bermunculan mempertanyakan keseriusan Dahlan dalam memberantas korupsi. Apalagi, hingga saat ini mantan Dirut PLN tersebut belum membawa perkara ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagaimana Sekretaris Kabinet, Dipo Alam.

Sebelumnya Juru Bicara KPK, Johan Budi menyatakan masih menunggu laporan Dahlan Iskan terkait pernyataan pemerasan BUMN tersebut ke KPK Dahlan diminta jangan hanya berpolemik di media.

“Pak Dahlan Iskan sebaiknya jangan hanya berani berpolemik di media. Laporkan dugaan pemerasan anggota DPR ke BUMN ini kepada kami. KPK pasti akan menindaklanjutinya,” kata Johan Budi Kamis malam lalu. []