HMINEWS.Com – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI – MPO) menyambut baik pemberian gelar pahlawan nasional kepada Proklamator Kemerdekaan RI, Sukarno-Hatta. Bertepatan dengan momentum Hari Pahlawan, setidaknya ada sejumlah hikmah yang bisa dipetik.

Bung Karno dan Bung Hatta, demikian kedua tokoh tersebut dipanggil, merupakan tokoh yang sangat besar jasanya bagi negeri. Atas gagasan dan aksi kepahlawanan keduanya pula, bangsa Indonesia menikmati kemerdekaannya kini. Demikian dinyatakan salah satu Pengurus PB HMI MPO, Abdul Malik Raharusun, Kamis (8/11/2012).

Menurut Malik, meski sebelumnya gelar Pahlawan Proklamator telah diberikan dan gelar tersebut hanya bagi Bung Karno dan Bung Hatta, tetapi gelar Pahlawan Proklamator tidak pernah diatur dalam Undang-undang.

“Keberadaan gelar Pahlawan Proklamator boleh dikata hanya bentuk simpati dari masyarakat atas jasa Bung Karno dan Bung Hatta. Sementara gelar Pahlawan Nasional diatur dengan resmi dalam Undang-undang, yakni Undang-undang No. 11 tahun 2009,” lanjut Malik.

Kedua,  masih kata Malik, gelar Bung Karno dan Bung Hatta sebagai Pahlawan Nasional telah menghilangkan stigma yang kurang baik kepada Bung Karno yang pada era Orde Baru dicap sebagai pengkhianat negara.  Pemberian gelar Pahlawan Nasional menjadi bukti yudiris penghargaan dan pengakuan seluah rakyat atas kepahlawanan Bung Karno.

Dengan gelar Pahlawan Nasional maka Pemerintah sudah seharusnya mencabut TAP MPRS nomor 33/1967 pasal nomor 3 yang berbunyi: “Melarang Presiden Sukarno melakukan politik sampai dengan pemilu dan sejak berlakunya ketetapan ini menarik kembali mandat MPRS dari Presiden Sukarno serta segala kekuasaan pemerintahan negara yang diatur dalam UUD 1945.” Hal ini perlu dilakukan demi menjamin nama baik Bung Karno dikemudian hari.

 “Terakhir, seiring dengan pemberian Gelar pahlawan Nasional kepada Bung Karno dan Bung Hatta maka, sudah seharusnya pemerintah melalui instansi pendidikan lebih tanggap menyalurkan atau melakukan pembelajaran kepada generasi muda tentang gagasan dan pemikiran Bung Karno dan Bung Hatta agar generasi kedepan dapat belajar banyak dari cita-cita luhur sang proklamator Bangsa ini,” pungkas Abdul Malik Raharusun. []