HMINEWS.Com – Peningkatan kualitas pendidikan di era gelobalisasi ini harus menjadi acuan bagi segenap warga negara Indonesia. Salah satunya dalam pengembangan metode dan media pengajaran di kelas.

Sebagaimana dicanangkan pemerintah pusat untuk meningkatkan mutu pendidikan, meningkatkan pelayanan pembelajaran terhadap peserta didik dalam kurun 2010-2015, karena di tahun 2016-2020 nanti peserta didik dituntut mampu bersaing di kawasan regional.

“Terlebih nanti di tahun 2025 sekolah-sekolah kita dari SD hingga SLTA sudah harus bisa bersaing di tingkat Internatioanal,” kata Kepala UPTD Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang-Jawa Barat, H. Udan, Rabu (7/11/2012).

Karena itu, menurutnya, harus ada metode lain dalam kegiatan belajar mengajar dan disertai media yang cukup efektif, seperti kemampuan mengoperasikan program power point.

“Kemampuan tersebut penting, apalagi di Karawang dan sekitarnya dalam kegiatan belajar mengajarnya masih banyak yang menggunakan buku teks. Terlebih buku yang digunakan pun tidak satu banding satu, melainkan satu buku dipakai dua anak. Padahal menurut standar national satu anak itu harus pegang satu buku. Mestinya ada alokasi untuk itu,” tambah H Udan.

Udan juga khawatir kalau para kepala sekolah asal-asalan menyusun rencana anggaran belanja untuk keperluan sekolah masing-maisng, karena masih banyak kepala sekolah yang masih belum bisa menyusun hal-hal tersebut. Karena itu Udan mencanangkan program kerja pelatihan membuat Rencana anggaran Sekolah untuk para kepala sekolah di Kecamatan Kotabaru Karawang dan sekitarnya.

Di sisi lain perlu juga ada kewaspadaan dalam menggunakan teknologi. Seperti yang dikhawatirkan oleh Camat Kotabaru Karawang, Dedy Akhdiat mengatakan boleh belajar teknologi tapi tidak melupakan tulis menulis. Pasalnya banyak anak didik yang tidak bisa menulis tapi bisa membaca tulisan.

“Seperti anak saya yang sudah duduk di bangku SMP, pandai mengoperasikan komputer, tapi tulisan tangannya hampir tidak terbaca, masih seperti anak SD,” kata Akhdiat.

Asep Riyadi