HMINEWS.Com – Hari Guru selalu diperingati tiap tahun, akan tetapi banyak persoalan guru yang tidak kunjung mendapat penyelesaian dari pemerintah pusat dan daerah. Demikian diungkap Ketua Umum Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Sulistiyo.

“Ada banyak hal,dari pendidikan guru yang tidak memadai, sistem rekrutmen dan distribusi yang tidak sesuai, bahkan masalah kesejahteraan juga masih ada,” kata Sulistiyo dalam jumpa pers di Kantor PGRI, Jalan Tanah Abang III, Jakarta, Senin (26/11/2012).

Masalah pertama, sangat disayangkan pendidikan guru yang tidak memadai karena berdampak pada kualitas dan kompetensi guru yang menjadi tumpuan masa depan anak Indonesia. Kedua, sistem pengangkatan guru bernuansa KKN dan tidak berdasar pada kebutuhan.

Permasalahan distribusi guru, lanjut Sulistiyo, masih banyak bermasalah sehingga belum merata di setiap wilayah terutama daerah terpencil. Hal itu mengakibatkan pendidikan di daerah menjadi terhambat.

“Masalah ini sebenarnya paling sering dipersoalkan tapi penyelesaiannya tidak pernah ada. Kalau pemerintah saja tidak bisa, lalu bagaimana,” lanjutnya.

Ketiga, pengembangan kompetensi dan karir guru yang tidak berjalan sesuai tujuan, sehingga banyak guru yang tidak kompeten, termasuk yang lulusan dari lembaga pendidikan guru. Karir guru sering berbenturan dengan kebijakan pimpinan daerah dengan kebijakannya.

Terakhir, banyak hak guru yang tidak sesuai, seperti tunjangan profesi guru di daerah-daerah selalu terlambat. Padahal guru juga berhak memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimal dan kesejahteraan sosial sesuai UU Guru dan Dosen pasal 14 (1) huruf a.

“Ini yang juga selalu dikeluhkan guru. Sudah bekerja optimal masih saja tidak memperoleh haknya dengan sesuai,” tandasnya.

Sumber: Kompas