HMINEWS.Com – Sekitar seratusan kelompok usaha dalam bidang budidaya perikanan maupun hasil laut mengikuti pameran dan pelatihan yang diadakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Balai Sudirman, Jakarta, 6-7 November 2012.

Kelompok usaha tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan menggarap usaha yang beragam pula. Seperti kelompok usaha dari Surabaya, yang memamerkan berbagai produk olahan dari tumbuhan bakau yang banyak hidup di pantai.

Ada pula kelompok usaha lainnya yang mengolah kerang menjadi perabotan yang sangat menarik dan bernilai ekonomi tinggi. Seperti vas bunga dan gentong yang dilapisi kulit kerang dalam berbagai rupa dan komposisi unik. Harga satuannya mencapai jutaan rupiah.

Selain pameran, mereka pun menggelar pelatihan bagi peserta berbagai usiah, masyarakat umum dan pelajar secara cuma-cuma. Tiap kelompok menyediakan trainer yang siap berbagi ilmu dan langsung praktek di tempat itu juga. Seperti kelompok dari Surabaya yang menggelar pelatihan membatik dari bahan pewarna tumbuhan mangrove.

Dari sektor budidaya perikanan, ada usaha budidaya ikan hias dari berbagai jenis ikan air tawar maupun laut, serta ikan konsumsi. Ikan konsumsi juga terbagi lagi, ada yang dari laut maupun air tawar. Seperti budidaya sidat dan belut yang diperkenalkan kelompok usaha dari Wonosobo, Jawa Tengah.

Kelompok budidaya lele dari Bogor, Pemalang dan sejumlah daerah lain juga menggelar pameran dan pelatihan mulai dari teknik pemijahan, pembesaran sampai pengolahannya dalam berbagai rupa; nugget, fillet serta penganan lain. Juga teknik pembuatan pakan ikan dari bahan-bahan mentah hingga jadi dalam bentuk butiran pelet.

Ribuan pengunjung dimanjakan dengan training dan seminar gratis dan bisa membeli oleh-oleh berupa kerajinan hasil laut dalam berbagai bentuk souvenir untuk dibawa pulang.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo, even  Pelatihan Nasional Kelautan dan Perikanan tersebut dimaksudkan untuk mendorong tumbuhnya jiwa wirausahawan yang terampil di sektor kelautan dan perikanan. Mendukung rencana aksi nasional penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas angkatan kerja melalui pengembangan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Seperti dikemukakannya, sektor tersebut merupakan salah satu sektor potensial yang besar sumbangannya untuk kesejahteraan rakyat.

“Betapa tidak, pada sektor ini terkandung sumber daya hayati berlimpah yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kenyataan ini sudah barang tentu, sektor kelautan dan perikanan merupakan bidang usaha dan sekaligus peluang bisnis yang sangat menjanjikan di negeri ini,” paparnya. []