HMINEWS.Com – Indonesia diproyeksikan akan menjadi negara dengan tingkat perekonomian terbesar ke-7 di dunia pada tahun 2030 mendatang. Hal itu bisa terwujud jika ekonomi Indonesia bertumpu pada empat prioritas.

“Saya berkeyakinan, prediksi itu bisa diwujudkan jika kekuatan ekonomi kita bertumpu pada empat prioritas yang harus dilakukan yakni, perikanan, jasa, pertanian, dan sumber daya alam,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo di Jakarta, Selasa (6/11/2012).

Sharif mengomentari laporan McKinsey Global Institute yang dikeluarkan pada September lalu yang menyebutkan Indonesia akan dapat mengalahkan Inggris dan menjadi negara nomor 7 terbesar perekonomiannya. Tercatat, selama sepuluh tahun terakhir, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi dengan volatilitas terendah dibandingkan negara-negara OECD dan BRIC.

Namun, menurut laporan tersebut, Indonesia baru dapat mencapainya bila dapat mengatasi kebijakan proteksionisme yang kronis, regulasi yang berbelit-belit, dan kondisi buruk dalam hal infrastruktur maupun transportasi.

Dalam 15 tahun mendatang, kelas konsumen global diestimasikan mencapai 1,8 miliar orang yang mayoritas berada di Asia sehingga akan meningkatkan permintaan sumber daya dan komoditas Indonesia.

Sharif menjelaskan, KKP terus mendorong produktivitas kelautan dan perikanan agar mampu menjadi penggerak utama perekonomian nasional dengan menerapkan ekonomi biru (blue economy) yang mengedepankan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan  untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi.

Untuk itu, lanjut Sharif, pihaknya berharap pelaku usaha di sektor perikanan dan kelautan dan swasta turut membantu dalam upaya mengakselerasi industrialisasi perikanan, sehingga rantai pasok dari hulu sampai hilir menjadi lebih terintegrasi.

Kini industrialisasi kelautan dan perikanan dilakukan dengan tujuh pendekatan yakni, menyiapkan konektivitas dan infrastruktur, meningkatkan investasi, iptek, SDM, mutu dan keamanan produk serta penataan dan pengembangan kawasan sentra produksi. []