HMINEWS.Com – Puluhan aktivis Komite Penyelamat KPK masih terus berunjukrasa di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai dukungan terhadap KPK dari rongrongan Polri, Jum’at (5/10/2012).

Seperti diberitakan, KPK didatangi belasan provost yang dikabarkan akan menjemput paksa 5 petugas KPK yang berasal dari kepolisian yang masa tugasnya habis.

Di antara aktivis yang berunjukrasa tersebut Fajroel Rachman, Usman Hamid, Denny Indrayana dan lainnya. Dengan membentangkan spanduk, massa meneriakkan yel-yel selamatkan KPK. Namun karena penjagaan yang ketat massa tidak dapat masuk.

Usman Hamid menyatakan, kedatangan massa aktivis tidak semata membela KPK untuk melawan kepolisian, akan tetapi sebagai dukungan terhadap pemberantasan korupsi.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto mengingatkan Mabes Polri agar menyelesaikan masalah penyidiknya ini dengan cara hukum. Hal itu disampaikan Bambang menanggapi pernyataan Wakapolri Komjen Nanan Sukarna yang mengancam akan menjemput paksa lima penyidiknya Polri di KPK yang habis masa tugasnya 12 September lalu.

“Kami perlu mengingatkan siapapun, apalagi penegak hukum. Bila ada yang tidak berkenaan, maka selesaikan masalah dengan cara hukum. Tidak dengan melawan hukum. Apalagi dengan cara yang potensial disebut sebagai teror. Cukup sudah pengalaman menyakitkan masa lalu di era Orde Baru, dan jangan ulangi lagi. Rakyat sangat marah kala itu,” kata Bambang.

Sementara Juru Bicara KPK, Johan Budi mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima informasi bahwa Polri akan memanggil paksa penyidiknya dari KPK.

“Kami belum menerima informasi yang valid mengenai apa benar ada penangkapan. Jadi kami akan koordinasi dahulu,” kata Johan.