HMINEWS.Com – Kriminalisasi terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan serangan balik terhadap institusi pemberantasan korupsi.

“Kita menyaksikanKPK selama ini sudah menjadi pilar dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Pilar ini memang fungsinya merusak, merusak praktek korupsi. Namun pasti koruptor akan melawan, dan yang kita saksikan adalah perlawanan balik ini,” kata Anies Baswedan yang turut hadir untuk mendukung KPK, Sabtu (6/10/2012) dinihari.

Meski terjadi serangan balik, Anies mengatakan bahwa KPK harus jalan terus. “Sebab jika pemberantasan korupsi rusak, maka sendi negara rusak,” lanjutnya.

Dukungan terhadap KPK terus mengalir. Warga terus berdatangan ke KPK, bergabung dengan puluhan aktivis yang telah berada di lokasi sejak sore hari. Selain Anies, ada Effendi Ghazali, Usman Hamid, Denny Indrayana, Alissa Wahid,  BEM UI.

“Garisbawahi, rakyat kita cerdas, rakyat kita adalah hakim yang adil. Mereka berpihak pada pemberantasan korupsi. ini kesempatn bagi seluruh rakyat menunjukkan sikap, posisinya sebagai rakyat yang cerdas,” ujar Anies yang merupakan Rektor Universitas Paramdina tersebut.

Dengan dukungan rakyat tersebutlah diharapkan KPK jalan terus berantas korupsi. “Biarlah nanti sejarah akan mencatat dari gedung ini muncul pejuang-pejuang yang akan membuat kita bangga sebagai bangsa Indonesia,” tutupnya.

Fathur