HMINEWS.Com – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI membantah rumor belum selesainya pemeriksaan kasus Hambalang karena ada pejabat BPK yang menahannya. Menurut BPK, hasil pemeriksaan sudah dua kali dibicarakan dalam sidang dan masih harus dilengkapi.

Demikian rilis BPK RI kasus yang melanda pembangunan Pusat Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang. Menurut Kepala Biro Humas dan Luar Negeri BPK Bahtiar Arif, saat ini tim masih melengkapi keterangan dan bukti yang diperlukan.

“Saat ini Tim Pemeriksa BPK masih melengkapi keterangan dan bukti yang diperlukan, dan segera akan menyelesaikan laporan hasil pemeriksaannya untuk disampaikan kepada DPR dan penegak hukum,” tulis rilis tersebut, Rabu (17/10/2012).

Menurut BPK, pemeriksaan dimulai tanggal 27 Februari dan akan berakhir pada 28 November 2012. Sampai saat ini, BPK mengaku masih harus mengembangkan prosedur pemeriksaan dengan meminta keterangan dari banyak pihak yang terkait dan harus melengkapi bukti-bukti.

Hal lain yang menjadi kendala, Pengarah Investigatif, Taufiequrrahman Ruki sedang menghadiri pertemuan keenam INTOSAI (organisasi BPK dunia) – Working Group on the Fight Against Corruption and Money Laundering (WGFACML) di Polandia, 29 September s.d. 6 Oktober 2012. Sedangkan Penanggung Jawab Pemeriksaan Investigatif, J Widodo Mumpuni, jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit sejak tanggal 24 Agustus s.d. 4 Oktober 2012.