HMINEWS.Com – Konflik horisontal di Sampang-Madura harus diselesaikan secara permanen. Yaitu melalui konsensus daerah dan bersifat permanen. Demikian kata Ketua Umum Harian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Slamet Effendy Yusuf.

“MUI minta kepada pemerintah agar kasus sampang diselesaikan secara permanen, jika tidak maka akan timbul lagi,” kata Slamet Effendy Yusuf usai penutupan Rakernas MUI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (3/9/2012).

Menurutnya, sejak tahun 2011 MUI telah beberapa kali berkunjung ke Sampang untuk bertemu dengan sejumlah tokoh yang mewakili kedua belah pihak yang bertikai. MUI juga berupaya mengakurkan mereka dengan menurunkan tim pendamai.

Menanggapi usul Persatuan Ulama Madura agar kelompok Syiah direlokasi, Slamef Effendy Yusuf menekankan agar diberikan lokasi yang dapat diterima, dan tidak merugikan siapapun.

Sementara Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dien Syamsuddin di Yogyakarta, sebagaimana ditulis Kompas.com, mengatakan relokasi bukan solusi yang bijak, akan tetapi tindakan yang tepat adalah dengan rekonsiliasi.

Din menyarankan agar penyelesaian konflik tersebut dengan melibatkan para tokoh dari kelompok yang terlibat dan tokoh-tokoh masyarakat yang lebih memahami persoalan, bukan tokoh yang didatangkan dari luar.

Ia juga berharap perbedaan Sunni-Syiah disikapi dengan bijak dan tidak menimbulkan perpecahan, apalagi kekerasan. “Bagi saya orang Muhammadiyah selama masih dalam lingkaran syahadat adalah Islam dan sesama Islam adalah bersaudara, tidak peduli apakah Sunni, Syiah, atau yang lainnya,” ujarnya. []