HMINEWS.Com – KAHMI (Korps Alumni HMI) harus menyiapkan pemimpin-pemimpin Indonesia masa depan dalam menyikapi pergeseran politik di Indonesia.

“KAHMI harus memulai. KAHMI secara serius memikirkan suplai-suplai pemimpin-pemimpin yang bisa dipercaya untuk republik ini. Secara serius memberikan jalur pemimpin-pemimpin untuk Indonesia masa depan,” kata Anies Baswedan dalam Orasi Kebangsaan HUT Ke-46 KAHMI di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (17/9/2012).

Anies menandaskan berdasar survei yang telah dilakukannya, suplai pemimpin dari KAHMI merupakan yang terbanyak di Indonesia hari ini. Mereka telah tersebar di berbagai partai maupun lapangan kehidupan lain, dan itulah yang harus dimanfaakan, dikonsolidasikan untuk meraih cita-cita kemerdekaan.

Rektor Universitas Paramadina itu juga mengatakan, hari ini Indonesia defisit integritas. Pemimpin menonjol lebih karena pencitraan. Mereka tegas hanya dalam pidato, tapi tidak dalam tindakannya.

“Salah satu tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah kita mengalami defisit integritas. Yang hari ini muncul lebih merupakan pencitraan daripada karakter yang menjadi cermin reputasi diri,” lanjutnya.

Akibatnya hampir tidak ada pemimpin yang diidolakan oleh rakyat, tidak sebagaimana dahulu para pemimpin selalu menjadi bahan cerita untuk diteladani oleh anak-anak.