HMINEWS.Com – Menyampaikan kebenaran adalah tugas pendakwah, kapanpun dan di manapun, tidak pilih-pilih waktu. Tapi bagaimana jika nasehat itu dikemudian dipolitisir karena adanya momen politik?

Itulah yang terjadi dengan Ustadz Yusuf Mansur. Dia dikecam habis-habisan di twitter karena nasehatnya mengenai ‘pemimpin amanah’ yang dinilai menyerang salah satu pasangan yang akan maju dalam putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

 “@kurawa: tapi ingat tad substansi&timing anda bcr spt itu jgn pikir kita ini bodoh” yang dibalas Ustaz Yusuf dengan: “wooo… Maaf ya. Maafin saya. Ga mikir gitu koq”.

@asbabul_junub: Ente dibayar berapa sama Foke? ustad abal2 ente nih” kemudian dijawab @Yusuf_Mansur “(Maksudnya? Saya paham, pasti ttg tweet saya ya? Itu universal Pak).”

Para penghujat disinyalir merupakan pendukung Jokowi-Ahok. Kemudia ustaz yang gigih menggalakkan program menghafal Al Qur’an tersebut minta agar tweet-nya tidak dipolitisir.

“Smua pndukung Foke-Nara, Jokowi-Ahok, hrs sm2 mnahan diri. Jgn mmpolitisir tweet sy. 2-2nya. Ga baik. Demi DKI&Ind,” demikian ditulis @Yusuf_Mansur, (6/9/2012).

Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jakarta Barat mengecam keras hujatan-hujatan tersebut. Dipimpin Ketua Umum Cabang Jakarta Barat, Rhezki Jovie, mereka menggelar aksi damai di Bundaran HI pada Ahad (9/9/2012), mengimbau semua relawan Foke-Nara dan Jokowi-Ahok tidak menghina ulama. []