HMINEWS.Com – Koruptor memiliki strategi baru dalam membela diri, yang ditempuh jauh-jauh hari sebelum persidangan. Di antaranya yaitu dengan sering tampil menjadi narasumber di berbagai media massa.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto dalam orasi ilmiah Dies Natalis ke-56 Universitas Andalas, Padang, dengan tema “Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Percepatan Pemberantasan Korupsi,” Kamis (13/9/2012).

Bambang menyebutkan pada suatu acara talk show di satu televisi swasta seorang penasehat hukum membela kliennya dengan tidak merujuk sepenuhnya kepada fakta yang tidak sesungguhnya. Hal itu ditempuh untuk mematahkan opini publik melalui media.

Tindakan pembelaan tersebut telah dipersiapkan secara cermat oleh para koruptor dan penasehat hukumnya. Untuk itu, lanjut Bambang, diperlukan visi yang jauh ke depan dan tidak parsial untuk membangun gerakan antikorupsi agar optimal.

Sebelumnya Wamenkumham Denny Indrayana melontarkan kritik terhadap ‘advokat koruptor’ yang menuai pro-kontra.

Namun pengacara seperti OC Kaligis membantah, pembelaan terhadap klien tersangka korupsi tidak semata-mata membela kepentingan pribadi klien, akan tetapi berguna untuk menemukan mastermind yang sesungguhnya, agar hukum tidak hanya menjerat tersangka kelas teri yang hanya sebagai operator. []