HMINEWS.Com – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar aksi damai menolak kedatangan Menlu Amerika Serikat, Hillary Clinton ke Indonesia. Kunjungan Hillary dikhawatirkan ada kaitannya dengan upaya perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia yang diberitakan akan berakhir tahun 2021.

“Setiap kunjungan pejabat AS ke Indonesia tidak lain untuk menguatkan pengaruh AS sebagai negara imperialis di Kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur, khususnya Indonesia,” kata Juru Bicara HTI, Muhammad Ismail Yusanto, Senin (3/9/2012).

Selain isu Freeport, HTI juga menyoroti pembangunan Kedutaan Besar Amerika yang baru di Jakarta, yang akan diresmikan Hillary.

“Pembangunan gedung baru tersebut akan menjadi kantor kedutaan AS terbesar ketiga setelah Irak dan Pakistan,” ucap Ismail.

Sebelumnya sejumlah organisasi seperti International Global Justice (IGC), Napas (National Solidarity Papua), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan lainnya juga berunjukrasa menolak kedatangan isteri mantan Presiden Amerika tersebut. []