HMINEWS.com – Berbagai kegiatan diselenggarakan untuk memeriahkan hari ulangtahun Kabupaten Karawang ke-379. Diselenggarakan di Lapangan Karang Pawitan (14-16/9/2012) menampilkan kesenian tradisional khas daerah ‘Pangkal Perjuangan’ tersebut.

Seperti tari Jaipong, Topeng Banjet, Bajidor, wayang golek Sunda dan lainnya yang dipentaskan para seniman setempat. Selain itu, masih ada acara jalan santai, penampilan kreasi anak muda 33 kecamatan se-Karawang, tausiyah keagamaan, serta acara potong tumpeng oleh Bupati Karawang, Ade Swara.

Tidak hanya itu, beberapa kabupaten di sekitarnya juga diundang untuk ikut memeriahkan. Tercatat ada 35 perwakilan kabupaten yang hadir dalam perayaan tersebut. 20 kabupten dari Provinsi Jawa Barat, termasuk Karawang sendiri, dan 15 Kabupaten dari luar Jawa Barat, yang menampilkan has budaya tradisionalnya masing-masing.

“Perayaan ini merupakan bentuk rasa syukur, mari kita niatkan sebagai amal ibadah kita kepada Allah. Dengan berbagai aktifitas sosial dan keshalihan social,” kata Bupati.

Ia menegaskan, kemajuan Karawang di berbagai bidang menjadi tanggungjawab bersama, dengan tidak melupakan kewaspadaan.

“Insya Allah Karawang ke depan akan semakin membaik jika kita saling bersinergi dan berkontribusi.” Tambah Ade Swara,” lanjutnya.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Karawang sejak abad ke-7 sudah multi etnik, dan setidaknya terdapat 3 bahasa yang digunakan waktu itu: Sunda Pariangan, Sunda Pesisir dan Sunda Melayu.

“Apalagi nanti ada bandara dan pelabuhan, mungkin akan terkumpul berbagai bahasa dan budaya di Karawang,” ungkapnya.

Tausiyah keagamaan disampaikan oleh H. Muhammad Nurdin, M.Pd.I yang mengulas 5 musuh manusia, berupa: kebodohan, kemiskinan, perpecahan, komunisme dan keterbelakangan.

Asep Riyadi