HMINEWS.Com – Pengakuan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar harus ditindaklanjuti KPK. Keterangan tersebut dinilai sebagai fakta baru dalam skandal Bank Century dan bisa dijadikan pijakan untuk membentuk pansus hak angket baru.

“Testimoni Antasari merupakan fakta baru, dan ini merupakan urusan politik di DPR RI. Bisa saja DPR membentuk hak angket baru, ditambah lagi dengan audit BPK, rekomendasi  rapat Paripurna DPR,” kata Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fachri Hamzah, Jumat (10/8/2012).

Seperti penuturan Antasari dalam wawancara dengan Metrotv, ia mengaku diundang ke Istana Negara saat menjabat Ketua KPK untuk membahas skenario pencairan danar Rp6,7 triliun untuk Bank Century.

Menurut pengakuannya, rapat itu dipimpin langsung Presiden SBY dan dihadiri pula Boediono (Gubernur BI), Kapolri Bambang Hendarso Danuri, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Menkopolhukam Widodo AS, Menkeu Sri Mulyani, Mensesneg Hatta Radjasa, Jubir Kepresidenan Andi Mallarangen dan staf khusus presiden, Denny Indrayana.

Namun pihak istana buru-buru membantah pengakuan tersebut. Melalui Jubir Presiden, Julian Aldrin Pasha, mengatakan rapat tersebut membahas berbagai hal agar tidak terjadi pelanggaran hukum dalam penanganan krisis yang tengah terjadi, dan Antasari tidak sendirian diundang.

Demikian juga Denny Indrayana menganggap pernyataan Antasari bohong dan fitnah. “Saya sarankan janganlah kita menyebar sensasi apalagi fitnah. Pernyataan Antasari itu sama sekali tidak benar,” bantah Denny. []