HMINEWS.Com – Satelit, pesawat tanpa awak dan roket menjadi andalan Ritech Expo 2012 dalam peringatan  Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-17, pekan lalu di Bandung, Jawa Barat.

Diproduksi LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), yaitu satelit A2 dan pesawat tanpa awak SUAC-01. Merupakan hasil desain dan dikerjakan anak bangsa, meski dengan persentase komponen lokal yang masih rendah.

Satelit tersebut akan menjalani serangkaian ujian, mulai getaran sampai gravitasi nol. Sedangkan peluncurannya menumpang pada Polar Satellite Vehicle (PSLV) milik India.

“Satelit kami merupakan satu-satunya yang mengorbit di garis katulistiwa,” kata Kepala LAPAN, Bambang Setiawan Tejakusuma, Sabtu (11/8/2012) lalu.

Satelit berfungsi untuk mengambil gambar permukaan bumi degnan dua kamera video, serta untuk membantu komunikasi radio amatir di daerah-daerah di tanah air. Semua data satelit dikirim langsung ke pusat pengendali di Rumpin, Bogor.

Sementara pesawat tanpa awak SUAV-01, mempunyai daya jelajah 1-12 km di angkasa. Baik satelit maupun SUAV terus dikembangkan dari segi kecanggihan dan grade-nya. Ditambah dengan roket RHAN-12 yang memmpunyai daya jangkau 14-36 km.

Produk teknologi tersebut merupakan sebagian di antara hasil perusahaan strategis nasional yang dikembangkan sejak Orde Lama dan Orde Baru, seperti PT Pindad, PT Dahana, PT Pal, PT Dirgantara Indonesia.