HMINEWS.Com – Sekali lagi Estafet Perjuangan Himpunan Mahasiswa Islam Koordinator Komisariat Universitas Islam Indonesia berlanjut kepada kepengurusan berikutnya.  Pelantikan dan serah terima jabatan kepengurusan periode 1433-1434H/ 2012-2013 berlangsung dengan hikmat.

Ketua Umum demisoner Korkom berpesan kepada para pengurus yang baru.  “Sehebat – hebatnya Nabi Muhammad, beliau tetap membutuhkan sahabat-sahabatnya dalam berjuang, begitu juga dalam kepengurusan yang baru ini saya berharap bahwa suatu kepengurusan harus dapat saling bisa mendukung, dan ketika duduk di korkom kita tidak lagi hanya menjadi wakil dari satu komisariat tertentu,”  sekitar pukul 13.30, Ahad (5/8/2012) lalu.

HMI Korkom UII sendiri sekarang membawahi 7 Komisariat yaitu Komisariat Fakultas Hukum, Komisariat Fakultas Ekonomi, Komisariat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Komisariat Fakultas Teknologi Industri, Komisariat Fakultas Ilmu Agama Islam, Komisariat Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya, dan Komisariat Fakultas Kedokteran.

Dengan jumlah kader ± 1.025, dan jarak antara Kampus terpadu (FK, FTI, MIPA, FPSB, FIAI), Kampus FH, Kampus FE yang saling terpisah dan memberikan kultur yang berbeda di tiap komisariat menjadikan tantangan tersendiri didalam HMI Korkom UII.

Kepengurusan Korkom kali ini para pengurusnya berjumlah 12 orang. Mereka adalah Gardha Galang M S, Arif Syahni, Putri Respati, Muhammad Zulfikar, Agnyana Nindhita Budi Pradhan, Nita Nurul Aini, Rahman Yasin Hadi, Candra Afrita Ramdhian, Aditya Eka Saputra , Aditya Arifyandy Abidin, Wira Satriawan, Fuad Alhabsy.

Dalam sambutannya Ketua Umum HMI Korkom UII terpilih, Gardha Galang M S menekankan pada para kader bahwa HMI sekarang membutuhkan kader yang tidak hanya mencintai tetapi juga mau memikirkan.

“Lantas siapa pemikir-pemikirnya? Pemikirnya adalah orang duduk di struktural,” kata Gardha.

Gardha menilai sekarang banyak kader yang hanya berbicara bahwa dia mencintai himpunan dengan melontarkan kritik dan saran, tetapi ketika diajak untuk sama-sama untuk membangun himpunan menjadi lebih baik dengan duduk sebagai pemikir-pemikirnya (structural) meraka hanya menjawab “ada yang lebih baik dari pada saya”, “saya sibuk”, “saya ada tuntutan cepat lulus” dan seterusnya.

Acara pelantikan yang bertempat di Auditorium lantai 3 Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya juga sekaligus moment terbit perdananya Buletin SMK (Suara Madzab Karangkajen).

“Gagasan Pemikiran dan kegelisaan terhadap zaman harus senantiasa dituliskan, karena sehebat apapun itu kalau tidak tercatat hanya akan hilang ditelan waktu,” ujar Aditya Rachman Rosadi yang menjadi salah satu pecetus SMK dan juga Sekretaris 1 HMI Cabang Yogyakarta.

 Pada akhir acara pelantikan Ketua HMI Cabang Yogyakarta, Zuhad Aji Firmantoro pada sambutannya sangat menyambut bahagia proses regenerasi ini. Dia menyampaikan bahwa moment Bulan Ramadhan adalah waktu paling tepat untuk suatu proses pergantian kepengurusan.

“Pada bulan ramadhan ini kita bisa mencabut diri sejenak dari realitas dengan merefleksikan 11 bulan sebelumnya dan memikirkan gerak langkah sebelas bulan berikutnya,” kata Zuhad Aji.

Setelah acara Pelantikan dan serah terima jabatan usai, rombongan peserta yang didominasi kader bergegas menuju selatan untuk mengikuti agenda berikutnya dari Bidang PTKJ HMI Cabang Yogya, yaitu buka bersama dengan salah satu alumni HMI tahun 80-an yang sekarang duduk menjadi Hakim Mahkamah Agung, Salman Luthan.

Acara ini dimulai dengan diskusi kecil sambil menunggu waktu berbuka. Didalam salah satu arus pembicaraannya beliau melontarkan pertanyaan “Sehari sudah baca buku berapa Halaman?”

Dia juga menegaskan bahwa jika kader HMI ingin lebih baik dari para alumninya, mereka harus berbuat lebih baik dari alumni. “Jika pada zamannya dulu miniman membaca buku 150 Hal. Sekarang juga harus lebih dari itu,” ujarnya dan diskusi berakhir begitu tanda waktu berbuka tiba. []