Al Qur’an adalah kitab petunjuk, yang dengan mengikutinya, manusia akan selamat. Tidak hanya itu, membacanya saja menjadi ibadah di sisi Allah, terutama di bulan Ramadhan ini yang semua kebaikan dilipatgandakan nilainya. Untuk mengkhatamkan Al Qur’an dalam satu bulan, berikut ini tipsnya.

Pilihlah cetakan Al Qur’an yang tiap juz-nya terdiri dari 10 lembar. Baca dua lembar setiap waktu shalat fardhu, sesudah atau sebelum shalat. Dengan begitu dalam sehari kita akan mampu membaca 1 juz Al Qur’an. 30hari maka kita akan membaca 30 juz, artinya khatam.

Selain itu tentu ada waktu-waktu luang di antara kesibukan kita, maka kita gunakan juga untuk membaca Al Qur’an. Jadi waktu tersebut bermanfaat. Apalagi jika mengingat hadits Rasulullah:

“Barang siapa yang menyibukan dirinya dengan Al-Qur’an, maka Aku akan memberi apa-apa sebagaimana aku memberi apa-apa pada orang-orang yang meminta,” (Hadits Qudsi, riwayat Bukhori-Muslim).

Itu salah satu faidah bagi orang-orang yang menyibukan dirinya dengan Al-Qur’an. Tidak meminta apa-apa tapi Allah kasih apa-apa sebagaimana memberi apa-apa pada orang yang meminta kepada-Nya.

Jika Ada Bisikan Keraguan

Bisa jadi akan muncul keraguan pada diri kita untuk membaca Al Qur’an, dan kemudian kita urung membacanya. Keraguan itu bisa muncul seperti pertanyaan berikut: “Membaca Al Qur’an tanpa tahu maknanya, percuma.” Kita jawab, mengapa tidak kita sertakan terjemahannya? Kan sekarang banyak cetakan Al Qur’an dengan terjemahnya.

Tapi meski dibaca oleh orang yang tidak tahu terjemahnya pun, membaca Al Qur’an tetap mendatangkan manfaat. Menguatkan ruhiyah pembacanya, sebab Al Qur’an merupakan firman Allah yang Maha Mulia. Ingat firman Allah berikut:

“Dan sekiranya ada suatu bacaan yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelahو atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, tentu itulah Al Qur’an.” (Ar Ra’du: 31)

Kemudian, jika keraguan berlanjut dengan pertanyaan: “Baca Al Qur’an dengan terjemahnya, percuma kalau tidak diamalkan.”
Kita jawab lagi, “Kenapa tidak kita mengamalkannya? Bukankah Al Qur’an diturunkan untuk pedoman hidup manusia? Jika kita sudah baca Al Qur’an lalu kita tahu artinya, selanjutnya kita mengamalkannya.

Kenapa banyak umat Islam yang enggan dengan aturan Islam, takut, tidak menginginkan aturan Islam itu berlaku di negaranya, dalam kehidupannya? Karena mereka tidak suka baca Al Qur’an. Bagaimana hidayah akan datang, sedangkan Al Qur’an yang Allah turunkan sebagai hidayah malah jarang disentuh.

Asep Riyadi
UNSIKA Karawang