HMINEWS.Com – Pemilukada DKI Jakarta 2012 putaran kedua makin seru. Dua kubu tim sukses Jokowi-Ahok dan Foke-Nara berjanji menurunkan formasi strategi terbaik. Berbeda dari ’babak penyisihan’ atau putaran pertama Rabu, (11/07) lalu.

”Kita (tim sukses Foke) tidak membuka semua strategi kemenangan Foke-Nara dulu ke media. Kita fokus berkonsilidasi, berkoordinasi, dan mengevaluasi kinerja di putaran pertama kemarin. Terlepas dari hasil terakhir di putaran pertama yang membuat kita sedih, di luar prediksi dan itu membuat kita kaget,” ujar tim sukses Foke, Erwin H Al-Jakartaty di posko kemenangan Foke-Nara di jalan Dipononigoro, Jakarta Pusat, Sabtu (21/7/2012).

Menurutnya, apa yang diperoleh tim Foke-Nara di putaran pertama adalah ujian menjelang bulan Ramadhan supaya berintropeksi diri. Mungkin Foke dianggap terlalu percaya diri dan isu itu dijadikan senjata oleh ’lawan’ politik di putaran pertama.

Ia pun menjelaskan, dirinya dan kawan relawan Foke-Nara mengintrospeksi diri dengan melakukan perombakan kinerja. Semua tim sukses turun ke bawah, khususnya Foke-Nara turun langsung ke masyarakat.  Mendengarkan aspirasi warga dan lebih dekat dengan masyarakat. Selain itu, pihaknya akan fokus bekerja dan terus tersenyum.

”Karena alasan itu saya tidak tertarik membahas ’fitnah’ yang diembuskan oleh beberapa pihak bahwa tim sukses Foke melakukan black campaign. Karena pihak Foke tidak akan pernah mengagendakan strategi kampanye seperti itu. Foke sebagai Gubernur DKI Jakarta tak mungkin melakukan hal tersebut. Apalagi Foke tokoh yang disimbolkan sebagai kaum pluralis,” lanjutnya.

Ia curiga isu SARA yang berhembus berasal dari pihak lawan atau bahkan pihak ketiga.  “Di dunia politik, apa saja bisa dilakukan untuk memenangkan pemilu,” sambung Commandante Blueforces Indonesia Next Generations, sebuah organisasi pemuda yang mendukung Foke-Nara ini.

Pihak Foke akan menggarap massa mengambang yang jumlahnya mencapai 2,5 juta suara, yang tidak dikerjakan secara serius di putaran pertama. Sedangkan basis massa suara Foke-Nara yang digarap serius di putaran pertama, namun tidak mendapatkan hasil optimal, akan tetap digarap di putaran kedua.

”Koalisi yang akan kita bangun adalah koalisi rakyat untuk melanjutkan pembangunan Jakarta yang sudah berjalan. Jangan sampai pemimpin Jakarta ke depan memiliki kepentingan politik. Seperti tage line Jakarta Baru. Jakarta Baru seperti apa yang diinginkan?” tanya Erwin.

Hati HMS