HMINEWS.Com – Calon Presiden dari Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical) menginginkan, satu generasi ke depan Indonesia harus naik kelas. Dari negara berkembang menjadi negara maju. Visi tersebut, menurutnya, bisa diraih dengan program yang ia namakan Catur Sukses Pembangunan Nasional.

Yaitu Trilogi Pembangunan, sebuah konsep yang menurutnya terbukti sukses digunakan sebelumnya (pada era Orde Baru), dan sekarang masih relevan jika disesuaikan dengan semangat zaman.

“Trilogi Pembangunan yang dilengkapi gagasan nasionalisme baru Indonesia, sehingga menjadi sebuah formula yang saya namakan Catur Sukses Pembangunan Nasional,” kata Ical dalam pidato politiknya di Bogor, Ahad (1/7/2012).

Tri Logi pembangunan itu sendiri terdiri dari ‘Pertumbuhan Ekonomi,’ ‘Pemerataan Hasil-hasil Pembangunan,’ dan Stabilitas Sosial Politik.’ Sedangkan nasionalisme baru, yaitu “Paham kebangsaan yang disesuaikan dengan konteks globalisasi,” kata Ical yang serak karena pidato tersebut.

Dalam pidato tersebut Ical juga banyak memuji presiden sebelumnya, mulai dari Sukarno yang berhasil mewariskan semangat persatuan dan kebangsaan Indonesia, Suharto yang mewariskan pembangunan ekonomi yang sukses dan dirasakan manfaatnya hingga kini sampai ke polosok desa, dan itulah yang coba Ical teruskan dengan satu formula tambahan tersebut.

Sedangkan Presiden Habibi, Megawati serta SBY secara bersama-sama dengan caranya masing-masing telah berhasil menggulirkan reformasi, demokratisasi dan desentralisasi kekuasaan. Pengusaha yang sukses terjun ke kancah politik tersebut secara tersirat mengkritik SBY sebagai pemimpin yang ragu dan tidak tegas.

Fathur