HMINEWS.Com – Inilah cara Aburizal Bakrie menggaet pemilih yang berasal dari Jawa. Sebagaimana diketahui, secara demografis suara Jawa merupakan suara mayoritas di negeri ini. Maka untuk merebut simpati pemilih, Ical pun harus memahami orang Jawa dengan seluk-beluknya.

“Sebagai pimpinan tertinggi pemerintahan, jika memang rakyat menghendaki, saya akan menggunakan prinsip-prinsip yang diadaptasi dari filosofi Ki Hadjar Dewantara, seorang tokoh pendidikan yang saya kagumi,” kata Ical dalam pidato politik di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Ahad (1/7/2012).

Prinsip Ki Hadjar Dewantara tersebut, menurut penjabaran Ical, seorang pemimpin harus mampu mengamalkan prinsip Tutwuri Handayani.

“Dia berdiri di belakang membimbing serta membuka kemungkinan bagi setiap orang untuk mewujudkan potensinya secara mandiri.”

“Seorang pemimpin juga harus mampu untuk Ing Madya Mangun Karsa, yaitu berdiri di tengah merangkul semua pihak. memberi inspirasi, menengahi perbedaan serta membangun kerjasama dari segenap potensi yang ada.

Yang terakhir dari prinsip kepemimpinan tersebut, yaitu bahwa seorang pemimpin juga harus menerapkan prinsip ing ngarso sung tulodo, menjadi yang terdepan dan memberikan contoh secara langsung.

Selain dengan konsep ‘Jawa’ tersebut, langkah Ical yang telah ditempuh sebelumnya adalah dengan memberi penghargaan kepada seniman-seniman Jawa. Juga, calon wakil presiden yang akan digadangnya akan diambil dari sederet tokoh yang  berasal dari etnis Jawa.

Fathur