HMINEWS.Com – Pemutaran film Batman “The Dark Knight Rises” di Aurora, Colorado-Amerika Serikat menjadi ajang pembantaian. 71 penonton ditembak secara membabi-buta oleh James Holmes, mengakibatkan 14 orang tewas, 10 di antaranya meninggal di tempat kejadian, Jumat (20/7/2012) dinihari.

Menurut FBI, Holmes (24) merupakan warga setempat. Holmes yang mengaku sebagai joker tersebut masuk ke dalam bioskop yang penuh dengan penonton pemutaran perdana Batman The Dark Knight Rises. Secara tiba-tiba ia berdiri di depan teater, melemparkan kaleng asap.

Setelah itu, pria yang membawa 4 jenis senjata tersebut menembak ke atas, sebelum akhirnya memberondong penonton yang belum memahami tindakan tersebut. Senjata yang digunakannya adalah senapan Remington 12 gauge, senapan serbu AR15, dan dua kaliber 40 pistol Glock.

Pelaku yang mantan mahasiswa kedokteran Universitas Colorado tersebut ditangkap polisi di tempat parkir bioskop tak lama setelah insiden tersebut, dan di mobilnya ditemukan lagi sebuah senjata api. Menurut keterangan kepala kepolisian Aurora, Dan Oates, Holmes membeli senjata tersebut secara ilegal.

“Dalam 60 hari terakhir, Holmes membeli empat senjata api di beberapa toko senjata setempat dan melalui internet. Dia membeli lebih dari 6.000 butir peluru,” kata Oates.

Amunisi tersebut terdiri dari 3.000 lebih peluru untuk senapan serbu, 3.000 butir untuk pistol Glock, dan 300 peluru untuk senapan.

Federal Bureau of Investigation (FBI) memastikan pelaku tidak terkait dengan aktivitas jaringan terorisme. Sementara itu Presiden Amerika Serikat, Barack Obama menginstruksikan pengibaran bendera setengah tiang selama 6 hari sebagai ungkapan bela sungkawa terhadap semua korban.