HMINEWS.Com – Pemerintah menetapkan awal puasa adalah hari Sabtu 21 Juli 2012, didasarkan pada alasan bahwa bulan belum terlihat pada Kamis petang.

“Hilal tidak bisa dilihat, karenanya 1 Ramadhan jatuh pada hari Sabtu 21 Juli 2012 Masehi,” kata Menteri Agama, Suryadharma Ali dalam sidang itsbat di Kementerian Agama, Kamis (19/7/2012).

Keputusan pemerintah tersebut diterima sebagian besar Islam yang hadir pada ormas yang menerima keputusan tersebut ada Nahdhatul Ulama (NU), Dewan Da’wah, Wahdah Islamiyah, Al Irsyad, Persatuan Islam (Persis) dan lainnya.

Sementara mengenai kesaksian tim pemantau hilal di Cakung-Jakarta Timur, lembaga seperti Lajnah Falakiyah PBNU meragukan kesahihannya. Meski para anggota tim ru’yah di Pesantren Husainiyah Cakung tersebut, yaitu Ustadz HM Labib, Ustad Afriano, Nabil SS dan Ustad M Yusud telah disumpah melihat hilal selama 4 menit pada pukul 17.53 dengan ketinggian 3,5 derajat berdasarkan metode sullam.

” Lajnah Falakiyah PBNU, mempertanyakan bagaimana mungkin di Cakung bisa melihat hilal, padahal pada jam itu wilayah Jakarta belum masuk waktu Maghrib. Saya meragukan kesahihah hasil pemantauan di Cakung,” ujar Ketua Lajnah Falakiyah PBNU, KH A Ghazalie.

Sedangkan ormas yang menerima kesaksian yaitu Front Pembela Islam (FPI) dan An-Najatul Islamiyah, dan dengan demikian kedua ormas memulai shalat tarawih dan puasa berbarengan dengan ormas Muhammadiyah yang memakai metode hisab (perhitungan). []