HMINEWS.Com – Karakteristik jurnalis harus memenuhi kriteria: jujur, cerdas, amanah dan menyampaikan. Jurnalis Islam juga mempunyai tanggungjawab membentuk peradaban, tidak bisa sekenanya saja dalam berbagai pemberitaannya.

Demikian diungkapkan Ketua Umum PB HMI (MPO), Alto Makmuralto dalam pembukaan Training Jurnalistik Nasional di Vila Baladegana – Gunung Geulis Bogor, Jum’at (15/6/2012) malam.

“Jurnalis Islam harus memegang teguh etika dan tidak bisa sekenanya saja dalam pemberitaannya, karena dengan jurnalisme itulah menjadi sarananya turut membangun peradaban,” kata Alto.

Menurutnya, jurnalistik merupakan salah satu aktivitas paling purba yang terus berlanjut hingga kini. Dan dengannyalah berbagai informasi sejarah sampai pada masa sekarang.

“Termasuk periwayatan hadits, itu merupakan hasil dari aktivitas jurnalistik, yang harus menjadi pedoman bagi generasi kini. Dan keakuratan periwayatan itu bertingkat-tingkat, ada yang sahih, dhaif  (lemah) dan palsu,” lanjutnya.

Training tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) PB HMI bekerjasama dengan LAPMI Jakarta Selatan dan hminews.com. Hadir sebagai peserta utusan dari berbagai cabang seperti Cabang Serang, Lebak, Jaksel, Sleman, Wonosobo dan Karawang. (Asep Riyadi, peserta dari Cab Karawang)