HMINEWS.Com – Terjadinya dua unjukrasa anarkis di Lampung dalam sepekan  membuktikan polisi tidak becus. Polda Lampung tidak mampu mengatasi demo anarkis yang merusak perkantoran di Pemkab Lampung Selatan (30/4/2012) dan membakar kantor Bupati Mesuji (3/5/2012).

Hal itu disesalkan banyak pihak, termasuk Gubernur Lampung, Sjahroedin. “Seharusnya, bila Polda Lampung tidak mampu bisa saja minta bantuan Mabes Polri untuk mencegah aksi anarkis,” kata Sjachroedin, Jumat (4/5/2012).

Kata Sjahroedin, seharusnya polisi bertindak tegas terhadap anarkisme dan tidak perlu mentoleransi, tetapi harus cepat dan berani mengambil keputusan untuk mencegahnya.

Seperti diberitakan, Pemkab Lampung Selatan dirusak massa anti Bupati Rico Mendoza karena pembangunan patung mantan Bupati Zainal Abidin, kakek bupati yang sekarang. Sementara di Mesuji, massa merupakan pendukung Wakil Bupati Mesuji, Ismail Ishak yang terancam dipecat Mendagri karena kasus korupsi, dihukum 1 tahun penjara. []