HMINEWS.Com – Respon beragam muncul setelah Polda Metro Jaya tidak mengizinkan konser Lady Gaga meski pihak penyelenggara telah menjual 30.000 tiket. Penggemar marah-marah, namun dukungan terhadap tindakan Polda terus mengalir.

Seperti disampaikan budayawan Radhar Panca Dahana yang menyatakan pertunjukan erotisme yang diumbar di depan publik tanpa memilih-milih audiens, berbahaya.

“Budaya-budaya Indonesia tidak mengumbar kekerasan dan erotisme.Kalaupun ada bukan untuk publik, sebab itu berbahaya,” kata Radhar di TVOne, Rabu (16/5/2012).

Menurut pengola rubrik “Teroka” harian Kompas tersebut, konsep pertunjukan Lady Gaga sejalan dengan film-film Hollywood dan Hongkong yang penuh kekerasan. Ia menyayangkan dukungan sejumlah pihak seperti Mentei Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, namun tidak ada tindakan nyata mendukung budaya Indonesia.

Sejalah dengan Radhar, politisi PPP, Ahmad Yani menyatakan model pertunjukan Lady Gaga tidak sejalan dengan adat dan budaya ketimuran yang menjunjug tinggi moral. []