HMINEWS.Com – Saat ini terdapat 56 warga negara Indonesia yang ditahan di Australia. Mereka rata-rata adalah anak buah kapal (ABK) yang dianggap memasuki wilayah perairan Australia tanpa izin.

“Data WNI ABK di Australia yang mengaku anak-anak, yang masih dalam proses hukum total ada 56 orang. Ada 28 orang yang sebelumnya sudah dijatuhi hukuman, namun ada 22 orang yang saat ini sedang mengajukan proses review umur,” kata Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa dalam Raker dengan Komisi I DPR, Rabu (30/5/2012).

Sedangkan 6 orang di antaranya telah dibebaskan karena dianggap masih anak-anak. Ada 34 lain yang belum dijatuhi hukuman. Mereka adalah nelayan Indonesia wilayah paling selatan Indonesia seperti NTT dan NTB.

Menurut Marty pemerintah akan berusaha keras mengupayakan pembebasan WNI yang ditahan di negeri kanguru tersebut periode 2008-2012.

“Dari 326 (tahanan yang dibebaskan), ada 193 anak-anak dan 133 dewasa selama 2008-2012. Ini akan selalu diupayakan agar ini terus berlanjut,” lanjutnya.

 Menteri yang pernah menjadi duta besar RI untuk PBB tersebut mengaku kesulitan mengidentifikasi kelompok umur nelayan malang tersebut. Untuk itu pihaknya terus berkoordinasi dengan pemda-pemda setempat agar mendapatkan data valid memudahkan langkah selanjutnya. []