HMINEWS.Com – Partai Mahasiswa Proletar, partai kampus yang sempat menjadi bahan perbincangan panas sekitar tahun 2004 oleh kalangan akademisi dan aktivis kini kembali menggelar muktamar. Menjadi sorotan karena lambangnya yang menyerupai lambang Partai Komunis Indonesia (PKI), namun dengan sejumlah perbedaan.

Muktamar VIII mengambil tema “Revivalisasi Gerakan Politik Mahasiswa menuju Indonesia yang Cerdas dan Sejahtera.” Sedangkan penyelenggaraannya sangat sederhana, dihadiri sejumlah tokoh senior partai di kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut.

“Kesederhanaan adalah identitas Partai Proletar, dan muktamar ini sebagai media pemersatu anggota dan senior partai untuk dapat merumuskan kembali masa depan partai dalam kancah perpolitikan kampus UIN Sunan Kalijaga (Suka),” kata Ketua Komite Penyelamat Partai Proletar (KP3), Hikamul Ibad.

Muktamar dibuka 5 Mei 2012, bertempat di Markas Anggota Komisariat (MARAKOM) HMI (MPO) UIN Suka. Karena, seperti diketahui, Partai Mahasiswa Proletar dibentuk oleh HMI MPO UIN Suka. S

Stidium General di sela-sela acara muktamar diisi mantan Ketua Umum HMI (MPO) 2009-2011, M Chozin Amirullah. Dia berpesan agar tetap pada cita-cita dan tujuan partai ketika berkuasa nanti.

Setelah melewati proses yang panjang, Muktamar akhirnya memilih Kamal Muhtar sebagai formatur. Sedangkan mide formatur ada M Tamam, Harun Aroni, M Kutub, serta Mahfudz Siraj.

“Ketua  hanyalah sebagai simbol dan formalitas, tetapi yang dibutuhkan sekarang adalah kerja kolektif demi terwujudnya cita-cita dan tujuan partai proletar yaitu terbinannya insan akademik yang kritis dan berwawasan luas serta bertanggung jawab atas terciptanya sistem pemerintahan mahasiswa yang adil dan berpihak pada kaum lemah dan terpinggirkan. (Mila P)