HMINEWS.Com – Bukan bermaksud terlalu menyederhanakan masalah, tapi mempermasalahkan penempatan Marinir Amerika Serikat di Darwin bisa dikatakan terlambat. Bukan itu saja, sebab kepentingan Amerika sudah lama bermain di Indonesia.

“Lihat dulu, coba teman-teman media, LSM teliti penjaga-penjaga keamanan di Tambang Freeport, Papua yang berasal dari Amerika Serikat, mereka tentara aktif apa bukan,” kata Agus Brotosusilo mengingatkan, Selasa (11/4/2012).

Dosen Hukum Universitas Indonesia tersebut menambahkan, selain penempatan marinir itu, kedaulatan Indonesia ibarat kuman di seberang lautan, sedangkan persoalan yang lebih besar dan telah berlangsung lama sudah terjadi di dalam negeri.

Menurut spekulasi bisa saja penempatan pasukan itu merupakan buntut dari renegosiasi kontrak karya Freeport. Akan tetapi Agus Brotosusilo tidak terlalu mengkhawatirkan itu sebagai ancaman Indonesia.

“Mereka tidak ada artinya jika  diterjunkan di hutan-hutan Papua yang terisolir. Mereka lumpuh tanpa perangkat elektronik, dan tidak bisa survive jika harus bertempur di kawasan hutan tanpa makanan,” lanjut Agus.

Kata dia, penduduk Papua bisa lebih unggul, juga dengan Kopasssus Indonesia sebab merekalah yang sudah ratusan tahun hidup dalam iklim Papua dan bisa makan apa saja, mulai dari sagu, ulat sagu, umbi-umbian dan sebagainya.