HMINEWS.Com – Kunjungan sejumlah anggota DPR RI ke Jerman diprotes Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Jerman bersama PPI Berlin dan Nahdatul Ulama (NU) Cabang Istimewa Jerman. Protes dikarenakan wakil rakyat tersebut membawa serta keluarga dan menghamburkan uang negara Rp3,1 miliar.

Mahasiswa menuntut  tiga hal:

1. Transparansi dari setiap anggota DPR RI mengenai agenda kunjungan ke luar negeri beserta biaya yang akan dikeluarkan. Informasi tersebut harus dipublikasikan paling lambat 1 bulan sebelum keberangkatan.
2. Melaporkan hasil kunjungan tersebut kepada rakyat melalui website DPR RI dan media massa.
3. Pengertian Ibu Bapak wakil rakyat untuk tidak menghamburkan uang rakyat dengan terbang ribuan kilometer untuk Rapat Dengar Pendapat dengan KBRI dan KJRI. Hal ini bisa dilakukan lewat tele-konferens, atau ketika pejabat-pejabat KBRI dan KJRI berada di Jakarta.

“Berkaca dari pengalaman yang dahulu, setiap kunjungan anggota dewan ke sini selalu disertai keluarga, padahal setahu kami ini kunjungan untuk dinas, bukan wisata”  kata juru bicara PPI Jerman.

Protes yang diunggah ke youtube pada 25 April 2012 dan telah ditonton sebanyak 124.00-an kali. PPI menilai sikap anggota DPR dengan keluarga mereka norak dan memalukan. Setelah membacakan pernyataan sikap dalam pertemuan di KBRI Berlin, para pemrotes walk out meninggalkan ruangan.

Hal lain yang disorot adalah sikap anggota keluarga dewan yang norak atau kampungan. Terbukti dari kelakuan mereka terhadap berbagai produk baru yang ada, seperti kelakuan anak kecil memamerkan barang-barang baru yang dipunyai.

Kunjungan tersebut diikuti anggota Fraksi PKS: Luthfi Hasan Ishaq, Fraksi PDI Perjuangan; Tri Tamtomo (F PDIP).  Dari Fraksi Demokrat: Nurhayati Ali Assegaf, Hayono Isman, Vena Melinda. Fraksi Golkar: Ahmed Zaki Iskandar Z, Muchamad Ruslan, Neil Iskandar Daulay, Tantowi Yahya dan YOrrys Raweyai. []