HMINEWS.Com – Pemberantasan korupsi di Indonesia belum menunjukkan perubahan lebih baik. Kasus-kasus korupsi makin banyak dengan jumlah yang jauh lebih besar dan berani. Sementara KPK yang diharapkan terutama dengan pemilihan ketua baru beberapa waktu lalu ternyata kini sama saja.

“Rakyat Indonesia mengelu-elukan Abraham Samad, bahkan dia sudah seperti manusia setengah dewa waktu pemilihan. Tapi sekarang mana? apa gebrakan yang diperbuatnya?” tanya Anthomi Kusairi dalam diskusi pelantikan HMI MPO Cabang Jakarta di Jalan Bunga, Matraman, Sabtu (14/4/2012).

Menurutnya, pemberantasan korupsi sebenarnya hanya soal kemauan politik, namun itu pula yang kurang hingga saat ini. Tidak ada itikad baik dan sungguh-sungguh untuk memberantas korupsi karena hal itu masih jadi permainan politik menghantam saingan.

Sementara Ketua Umum PB HMI, Alto Makmuralto mengemukakan, pemberantasan korupsi tidak bisa dibebankan hanya pada ranah hukum. Tetapi pemberantasan korupsi harus melalui semua aspek kehidupan.

“Korupsi tidak sekedar masalah hukum, tapi juga masalah politik, budaya dan pendidikan,” kata Alto Makmuralto.

Politik, lanjutnya, merupakan sisi paling keras dari suatu peradaban, dan tidak ada yang bisa lepas sama sekali dari persoalan politik, seperti istilah “Manusia adalah hewan yang berpolitik.” Karenanya politik harus dijadikan alat yang efektif untuk membuat kemaslahatan dan keseimbangan hidup dengan terutama memberantas korupsi. (fathur)