HMINEWS.Com – Kebijakan Pemerintahan Jerman untuk memberikan Bea Siswa 5.000 Doktor melalui Program Debt Swap adalah peluang besar yang patut disyukuri sekaligus harus dimanfaatkan oleh seluruh intelektual muda Indonesia. Program ini prinsipnya adalah penghapusan hutang luar negeri Indonesia terhadap Jerman melalui mekanisme bea siswa.

Bea siswa ini diperuntukkan buat lulusan S-1 (Sarjana) maupun S-2 (Master) untuk dapat study S-3 (Doktoral) di Jerman. Bagi lulusan S-1 akan mendapatkan bea siswa S-2 di universitas dalam negeri (Indonesia) terlebih dahulu, kemudian melanjutkan S-3 ke Jerman. Sementara buat lulusan S-2 akan langsung mendapatkan bea siswa S-3 ke Jerman. Para penerima bea siswa lulusan S-1 atau S-2 tidak dibebankan biaya apapun sampai lulus study S-3-nya. Semuanya ditanggung dalam program bea siswa.

Setiap biaya aktual yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia untuk menyekolahkan (melalui bea siswa) mahasiswanya di Jerman, maka pemerintah Jerman akan menghapus hutang luar negeri Indonesia sebesar 3 kali lipat dari biaya aktual tersebut. Misalkan, jika untuk menyekolahkan 1 mahasiswa Indonesia sampai lulus Doktor pemerintah Indonesia mengeluarkan biaya Rp1 miliar, maka Jerman akan menghapus neraca hutang Indonesia Rp3 miliar.

Artinya, jika Anda ikut dalam program ini maka Anda akan melakukan 3 tindakan bermanfaat:
1. Bisa melanjutkan study sampai S-3 di World Class University dengan tradisi almamater hampir 1.000 tahun lamanya.
2. Ikut serta menghapus beban hutang luar negeri Indonesia terhadap Jerman.
3. Ilmu anda akan bisa dimanfaatkan untuk membangun masyarakat Indonesia sejahtera yang adil kelak.

Kewajiban bagi para penerima bea siswa ini setelah lulus terkena “Ikatan Kerja 2 kali masa study + 1 tahun” untuk mengajar di Perguruan Tinggi bisa di PTN atau pun PTS. Setelah itu bisa bebas berkarir di mana pun. Untuk dicatat, para pendaftar bea siswa ini tidak harus berstatus dosen. Kalangan umum berhak mendaftar dengan memenuhi prosedur tertentu.

Berangkat dari ini maka pihak “Kontak Person Bea Siswa Debt Swap Dikti Bandung” bersedia mensosialisasikan program ini kepada para peminat KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada) dan para peminat dari Yogyakarta serta kota sekitarnya.

Adapun agenda acara sosialisasi tersebut berisi 3 tema utama:
1. Presentasi tentang kuliah di Jerman, Universitas Jerman dan Penjelasan secara rinci Bea Siswa Debt Swap baik secara akademis maupun administratif
2. Pelatihan tata cara untuk mengajukan lamaran bea siswa Debt Swap.
3. Pelatihan menghadapi test interview

Acara menurut rencana akan diadakan di awal bulan September di Yogyakarta. Waktu dan tempat akan menyusul kemudian. (Ferizal Ramli)