HMINEWS.COM

 Breaking News

KOHATI: Nasionalisasi Aset dan Batalkan Kenaikan Harga BBM

March 16
21:49 2012

HMINEWS.Com – Korp HMI-wati (KOHATI) – MPO berunjukrasa menolak kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Aksi digelar di depan Istana Negara di Jalan Merdeka Utara, Jakarta dengan kawalan ketat aparat kepolisian.

Demonstrasi berlangsung selama satu jam, mulai dari pukul 13.30-14.30 dikomando langsung oleh Ketua KOHATI, Eva Irma Muzdalifah, Jum’at (16/3/2012).

“Kebijakan pemerintah untuk terus mengurangi subsidi BBM sejatinya merupakan bagian dari upaya untuk meliberalisasi sektor migas dengan melepaskan harganya kepada pasar,” kata Eva.

Menurutnya kenaikan harga atau pencabutan subsidi BBM akan menambah angka kemiskinan penduduk Indonesia yang saat ini mencapai 36,8 juta jiwa. Jika harga BBM naik 30 persen, kemiskinan akan bertambah 8,55 persen, atau 15,68 juta jiwa dari penduduk Indonesia.

Karena alasan tersebutlah KOHATI mendesak agar pemerintah membatalkan rencana menaikkan harga BBM.

“Jangan sampai karena ketidakmampuan pemerintah mengelola sumber daya dan keuangan negara, kemudian rakyat jadi korban,” lanjutnya.

KOHATI juga menyuarakan agar semua aset bangsa dinasionalisasi, agar dapat dipergunakan untuk memajukan ekonomi dan kemakmuran rakyat Indonesia sebagai amanah undang-undang. Jika tidak, tidak ada pilihan selain turunkan rezim SBY.

Tags
BBM
Share

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

1 Comment

  1. M.t. Ali
    M.t. Ali March 23, 02:20

    Pak SBY,

    Tugas anda “SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO”.
    sudah selesai. Kami ucapkan banyak-banyak terima kasih.
    http://www.indospiritual.com/artikel_ronggowarsito-ramalkan-tujuh-satrio-piningit-indonesia.html

    Mari kita ucapkan terimakasih atas perannya selama ini.

    Kini sambutlah ‘SATRIO PININGIT SINISIHAN WAHYU’.

    Para elite usia 60+ bersyukurlah sebab telah tiba saatnya kini anda dapat menikmati saatnya berkumpul kembali dengan handai-tolan dan anak buah yang menantikan kunjungan/silaturahmi dengan anda.

    Masing2 tahu kapan saat muncul, kapan saat turun panggung. Selaras dengan kehendak Dalang. Tak ada satupun wayang yang tidak masuk kotak. KISAH WAYANG PASTI BERLANJUT HINGGA TAMAT, agar semua yang hadir pulang dengan legowo.

    ‎1) SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO (Bung Karno)
    Naik panggung tahun 1945-1967.
    Berperan saat: Pancasila digali kembali & sila ke-1 diabaikan.

    2) SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR (Pak Harto)
    Naik panggung tahun 1967-1998.
    Berperan saat: Sila ke-2 diabaikan.

    3) SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR (Habibie)
    Naik panggung tahun 1998-1999.
    Berperan saat: Sila ke-3 diabaikan.

    4) SATRIO LELONO TAPA NGRAME (Gus Dur)
    Naik panggung tahun 1999-2000.
    Berperan saat: Sila ke-4 diabaikan.

    5) SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH (Mbak Mega)
    Naik Panggung tahun 2000-2004.
    Berperan saat: Sila ke-5 diabaikan.

    6) SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO (SBY)
    Naik panggung tahun 2004-2012.
    Berperan saat: Lima sila diabaikan.

    7) SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU (SPSW)
    Naik panggung tahun 2012 sampai Ratu Adil (Imam Mahdi) muncul.
    Berperan saat: Bangsa inigin kembali jadi GARUDA PANCASILA dan MERAH PUTIH, mengenggam kokoh BHINNEKA TUNGGAL IKA. TAN HANNA DHARMA MANGRWA.

    Usung-mengusung tak diperlukan lagi. Para anggota DPR, MPR, DPD yang dulu diusung kiwir2 banner warna ini atau itu tak diperlukan lagi.

    Selamat tinggal CIA (capitalisme imperialisme arogansi), diktatorisme, militerisme, fasisme, komunisme, konco-isme & isme2 lain.

    Dimulai dengan WIRID Tuhan Yang Maha Esa menjadi “Auto Pilot”.

    Ipad saja ada saatnya terpakai, ada saatnya masuk kotak…
    http://www.wimp.com/dadipad/

    Reply to this comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.