HMINEWS.Com – Dalam penyerangan markas Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilosari, Jakarta, polisi menodongkan senjata laras panjang. Aksi kekerasan tersebut mendapat kecaman banyak pihak karena dinilai berlebihan terhadap gerakan mahasiswa yang hanya menyuarakan aspirasi rakyat menolak pencabutan subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) dan Tarif Dasar Listrik (TDL).

Dalam penyerangan pada Rabu (14/3/2012) malam itu, polisi mengerahkan 20 aparat Brimob yang mengendarai sepeda motor. Tiga orang pun terluka dalam serangan tersebut selain ruangan sekretariat yang diobrak-abrik.

Kejadian tersebut merupakan buntut dari aksi anggota HMI menolak kenaikan harga BBM di depan KFC Cikini. Polisi memukul mundur kader-kader HMI yang baru memasang bendera, kemudian terjadi saling lempar batu antara mahasiswa dengan polisi.

“Ada tiga kader yang ditangkap,” kata  Ketua Bidang PTKP PB HMI, Fuadul Aufa, Kamis (15/3/2012).

Kini kondisi sekretariat HMI di Jalan Cilosari 17, Cikini, Jakarta Pusat sudah kembali normal.