HMINEWS.Com – Politis atau tidak politis, penolakan partai politik terhadap rencana pemerintah menaikkan harga BBM patut diapresiasi. Yang penting tindakan tersebut berpihak kepada rakyat, sebagaimana jargon partai yang selama ini mengaku menyuarakan aspirasi rakyat.

Seperti sikap dan tindakan PDI Perjuangan yang menolak rencana gila pemerintah tersebut. Bahkan, Wakil Walikota Surabaya, Bambang D.H. yang juga Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Timur yang akan memimpin massa PDIP menolak kenaikan harga BBM.

“Klaim pemerintah bahwa 77 persen penikmat BBM bersubsidi adalah keluarga kaya itu adalah salah besar. Faktanya data dari BPS menunjukkan 65 persen pemakai BBM bersubsidi adalah masyarakat miskin menengah ke bawah,” kata Bambang D.H, Ahad (25/3/2012).

Pendirian seperti itu patut dijadikan partner untuk memperkuat gerakan nasional menolak kenaikan harga BBM. Meski tentu saja sikap tiap organisasi pemuda dan kemahasiswaan sesuai koridor masing-masing. (Fathur)