HMINEWS.Com – Korp HMI-wati (KOHATI) – MPO berunjukrasa menolak kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Aksi digelar di depan Istana Negara di Jalan Merdeka Utara, Jakarta dengan kawalan ketat aparat kepolisian.

Demonstrasi berlangsung selama satu jam, mulai dari pukul 13.30-14.30 dikomando langsung oleh Ketua KOHATI, Eva Irma Muzdalifah, Jum’at (16/3/2012).

“Kebijakan pemerintah untuk terus mengurangi subsidi BBM sejatinya merupakan bagian dari upaya untuk meliberalisasi sektor migas dengan melepaskan harganya kepada pasar,” kata Eva.

Menurutnya kenaikan harga atau pencabutan subsidi BBM akan menambah angka kemiskinan penduduk Indonesia yang saat ini mencapai 36,8 juta jiwa. Jika harga BBM naik 30 persen, kemiskinan akan bertambah 8,55 persen, atau 15,68 juta jiwa dari penduduk Indonesia.

Karena alasan tersebutlah KOHATI mendesak agar pemerintah membatalkan rencana menaikkan harga BBM.

“Jangan sampai karena ketidakmampuan pemerintah mengelola sumber daya dan keuangan negara, kemudian rakyat jadi korban,” lanjutnya.

KOHATI juga menyuarakan agar semua aset bangsa dinasionalisasi, agar dapat dipergunakan untuk memajukan ekonomi dan kemakmuran rakyat Indonesia sebagai amanah undang-undang. Jika tidak, tidak ada pilihan selain turunkan rezim SBY.