HMINEWS.Com – Lebih dari seratus massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Cabang Yogyakarta kembali turun ke jalan. Memprotes kenaikan harga BBM dan menghadiahi Presiden SBY, Wapres Boediono dan Ketua DPR Marzuki Alie dengan keranda mayat.

Mahasiswa menilai rezim yang berkuasa adalah rezim bebal yang membuta tuli terhadap tuntutan rakyat. Penguasa semena-mena menaikkan harga BBM sehingga membuat perekonomian rakyat makin terpuruk.

“Keranda mayat ini sebagai simbol matinya hati nurani para pemimpin kita,” kata Koordinator Aksi HMI MPO Cabang Yogyakarta, Kamis (22/3/2012).

Ketua Umum HMI MPO Cabang Yogyakarta, Zuhad Aji Firmantoro pun turun langsung dan berorasi dalam aksi yang dimulai pukul 09.00 tersebut.

Aksi dimulai dari Jalan Cik Di Tiro, menuju Tugu Yogyakarta, kemudian ke PT Pertamina dan menyegelnya. Sempat terjadi ketegangan antara mahasiswa dengan polisi yang menghalang-halangi penyegelan. Namun massa berhasil menyegel kantor Pertamina untuk beberapa saat. Kemudian aksi berlanjut ke Gedung DPRD Provinsi DIY di Jalan Malioboro.

Massa kembali beradu mulut dengan polisi dan pengamanan Gedung DPRD yang menghalangi mahasiswa dengan alasan sedang terjadi rapat paripurna.

“Ini gedung rakyat, kami semua adalah rakyat, tetapi mengapa kami sebagai rakyat dan sebagai pemilik gedung ini tidak diperbolehkan masauk ?” tegas Reza.

Karena pihak kepolisian kalah jumlah dengan massa HMI, maka pimpinan DPRD Prov DIY keluar menemui mahasiswa.

“Saya pribadi menolak rencana kenaikan harga BBM, karena apabila BBM naik maka sektor-sektor lain juga akan naik, dan ini jelas akan merugikan masyarakat,” kata Ketua DPRD Provinsi DIY, Yuke di hadapan mahasiswa.

Belum puas, mahasiswa melanjutkan aksi menuju Titik Nol Kota Yogyakarta. Satu per satu perwakilan komisariat berorasi menentang kenaikan harga BBM. Meski sempat diguyur hujan, kader-kader HMI MPO Yogyakarta tetap bersemangat.

Massa gagal menghentikan truk tangki Pertamina di Titik Nol. Kemudian keranda berisi foto SBY, Boediono dan Marzuki Alie dibakar di tengah jalan. Aksi berakhir dengan doa bersama. (Harun Aroni)

p style=”text-align: justify;”

p style=”text-align: justify;”