HMINEWS.Com – Partai Demokrat menyatakan tidak bisa menerima kejadian pecahnya kaca bingkai foto Presiden SBY dalam insiden unjukrasa mahasiswa.

“Itu aksi yang tidak bisa diterima. Tanpa perlu menunggu aduan masyarakat, polisi harus segera bertindak. Aksi perusakan dan pelecehan simbol negara tak bisa dibiarkan. Jangan dicuekin dan diremehkan,” kata Wakil Sekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan melalui pesan singkat, Kamis (15/3/2012).

Pohan menduga ada yang mendalangi aksi BEM Jawa Barat yang menurunkan foto Presiden SBY saat unjukrasa di Gedung DPR/MPR, Senayan Jakarta.

Besan Presiden SBY tersebut khawatir hal itu menjadi preseden buruk bagi kaum oposisi jika dibiarkan, dan karenanya ia menyarankan agar politisi oposisi ikut mengecamnya.

Seperti diketahui, salah satu tuntutan dalam unjukrasa menolak kenaikan harga BBM tempo hari adalah turunkan Presiden SBY. Penurunan foto SBY adalah simbol untuk hal itu, sedangkan pecahnya kaca bingkai dikarenakan mahasiswa tidak kuat menyangga berat bingkai selebar 1,5×1,5 meter tersebut.

Jika Partai Demokrat tidak bisa terima dengan pecahnya foto Presiden SBY (Ketua Dewan Pembina PD) oleh mahasiswa. Rakyat Indonesia pun harus lebih tidak terima dengan rencana rezim SBY mencabut subsidi BBM (bahan bakar minyak) pada April mendatang.

Rakyat sudah cerdas dan tidak akan terkecoh dengan kesantunan yang menipu. Berlagak santun padahal menyengsarakan rakyat, sedangkan tindakan mahasiswa yang menyuarakan kepentingan rakyat dihadapi dengan kekerasan oleh aparat. (Fathur)