HMINEWS.Com,  Dua kelompok massa pendukung dua pasangan calon bupati-wakil bupati Tolikara, Provinsi Papua bentrok dan dalam kondisi siaga perang suku di Tarubaga, ibukota Kabupaten Tolikara.  Pertikaian yang terjadi sejak Senin (13/2/2011) lalu itu pun telah menewaskan 2 orang dan mengakibatkan puluhan lainnya menderita luka-luka.

Tidak hanya itu, puluhan rumah dan perkantoran dirusak dan dibakar massa pendukung masing-masing calon. Massa saling serang menggunakan panah, tombak dan senjata lainnya.

Akibat kerusuhan tersebut, pemilukada yang diikuti dua pasang calon bupati dan wakil bupati Tolikara, John Tabo-Edi Suyanto yang diusung Partai Golkar dan Usman Wanimbo-Amos Jikwa yang diusung Partai Demokrat yang harusnya dilaksanakan hari Jumat ini (17/2/2011) pun ditunda.

Itulah ongkos demokrasi yang harus dibayar mahal. Dari beberapa kasus menunjukkan, kultur masyarakat di sejumlah daerah di Papua memang rentan terhadap mekanisme tersebut. Seperti yang terjadi saat pemilukada Kabupaten Puncak yang menewaskan 55 orang. Juga pemilukada Kabupaten Maybrat, Papua Barat yang berujung ketegangan masyarakat. (metrotv)