HMINEWS.Com – Perkaderan tidak bisa dilepaskan dari konteks perjuangan bagi sebuah gerakan. Selama perkaderan masih berjalan, selama itu pula perjuangan akan tetap berlanjut. Sebaliknya, matinya perkaderan berarti lonceng maut bagi pergerakan itu sendiri.

Tak terkecuali bagi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), organisasi yang akan berulangtahun yang ke-65 pada 5 Februari 2012. Untuk kesinambungan perjuangan, Korps Pengader Nasional (KPN) HMI menyelenggarakan Temu Pengader Se-Jawa yang berlangsung mulai 3-5 Februari 2012 di Gedung BKKBN, Kota Bogor, Jawa Barat.

Menurut Koordinator KPN, Muhammad Yusuf, Temu Pengader Se-Jawa tersebut merupakan tahap awal dari rangkaian temu pengader yang akan diadakan di berbagai daerah di Indonesia. Hal itu ditempuh untuk makin menguatkan nilai kejuangan dan mempererat jaringan pengader sehingga mampu bersinergi dengan baik.

“Agar Korps-korps Pengader se-Jawa bisa bersinergi, terutama dalam pembentukan KP (Korps Pengader) di Jawa dan cabang-cabang di Indonesia pada umumnya, baik itu di cabang-cabang yang sudah kuat maupun yang masih lemah,” kata Yusuf, Jum’at (3/2/2012).

Diagendakan sejumlah alumni yang konsen pada perkaderan HMI akan hadir berbagi pengalaman dan kiat dalam Temu Pengader Se-Jawa. Di antaranya ada Abdullah Hehamahua, Farid Alhabsyi, Syafinuddin Al Mandari, Suharsono dan Zainal Abidin Quro.

Hingga malam ini, pengader-pengader yang telah datang mewakili cabang masing-masing di antaranya Cabang Jakarta, Jakarta Selatan, Bogor, Yogyakarta, Serang, Lebak dan yang lainnya masih dalam perjalanan. (Fathur)