HMINEWS.Com – Ahmad Sumargono, Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) wafat, Jum’at (24/2/2012) dinihari di Sukabumi, Jawa Barat. Kepergian aktivis senior tersebut menyisakan duka mendalam bagi banyak kalangan muslim Indonesia dan dunia.

Seperti diketahui, Ahmad Sumargono yang dikenal dengan sebutan “Gogon” tersebut, merupakan aktivis sejak masa mudanya. Sedari masih pelajar aktif di gerakan dakwah. Kemudian saat menjadi mahasiswa, ia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), mulai dari HMI Rayon PTG (Petojo, Tomang dan Grogol) hingga ke tingkat pengurus besar periode Ketua Umum Sulastomo. Saat itu, tahun 60-an, ia kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Kiprahnya sebagai aktivis tidak terhenti di organisasi mahasiswa, namun dilanjutkannya dengan dakwah dan berani mengkritisi pemerintah Orde Baru. Dan karena itulah ia pernah ditahan Komando Pelaksana Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) pada 1980 selama  6 bulan tanpa pengadilan.

Pada era 80-an tersebut, suami dari Yoon Sumargono itu menjadi salah satu tokoh yang banyak membantu aktivis HMI ketika menghadapi tekanan Orde Baru yang memaksakan asas tunggal (astung). Seperti diakui Awalil Rizky, alumni HMI (MPO).

“Beliau memiliki jasa besar kepada HMI yang mempertahankan asas Islam pada era sulit dahulu. Rumahnya selalu terbuka untuk berbagai kegiatan HMI, beliau pun biasa mendengar keluh kesah anak-anak HMI, memberi advis dan bantuan material,” tulis Awalil Rizky.

Gogon, putra Purworejo kelahiran Jakarta 1 Februari 1943 tersebut juga terlibat langsung dalam sejumlah organisasi seperti KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam) yang banyak berkiprah menangani urusan kemanusiaan. Pendukung gerakan Intifadhah di Palestina, pembelaan terhadap umat Islam di Bosnia-Herzegovina, Kashmir, Chechnya dan lainnya.

Bagi yang  berkeinginan bertakziah, dapat datang ke kediamannya di Komplek Dokter Jalan H. Baping, Ciracas, Jakarta Timur. Semoga almarhum memperoleh tempat yang mulia di sisi Allah.