HMINEWS.Com – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah presiden yang menang pemilu dengan suara mayoritas tapi tidak bisa memimpin negara. Bahkan SBY bisa dibilang sebagai presidennya Partai Demokrat karena terlalu sibuk dengan urusan internal partainya yang bermasalah itu.

Hal itu secara tegas dikatakan oleh pengamat politik Arbi Sanit kepada HMINEWS.Com di kediamannya di Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (18/2/2012).

“Presiden terlalu disibukkan dengan urusan internal Partai Demokratnya. SBY juga tidak berani menggunakan wewenangnya, padahal dia sebagai presiden yang menang dengan suara mayoritas (lebih dari 50%). Terlalu banyak kompromi, akomodatif dan takut mengambil resiko,” lanjut Arbi Sanit.

Dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) tersebut menambahkan, kekacauan tersebut masih ditambah dengan perkaderan calon pemimpin bangsa dalam partai politik yang makin memprihatinkan.

“Jika pada periode pemilu lalu saya mencatat ada sekitar 50 orang yang potensial untuk calon presiden, sekarang hanya 20. Itu pun tidak ada yang berani menampilkan diri sebagai alternatif selain SBY. Semua takut dan malu-malu,” tandasnya.

Menurut pengamatannya, selain malu dan takut memunculkan diri sebagai figur alternatif, mereka juga justru berada di barisan SBY. Hal itu tak lepas dari hampir matinya perkaderan di partai politik, karena tidak diminati orang-orang bersih. (Fathur)