HMINEWS.Com – “Kita tidak rasialis. Kita tidak membenci barat dan China atau negara manapun sebagai bangsa atau sesama manusia, akan tetapi yang harus kita lawan adalah sistem yang tidak adil dalam hubungan yang berlaku antara kita dengan mereka.”

Demikian Syahrul Efendi Dasopang  dalam seminar pembukaan Konferensi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Cabang Jakarta di Wisma Peternakan, Ragunan Jakarta Selatan, Jum’at (17/2/2012) menyikapi kapitalisme global yang membelit bangsa ini.

Syahrul mencontohkan mengguritanya kedua blok, barat dan China dalam  menguasai perekonomian Indonesia. “Untuk pasaran produk-produk bagi kalangan ekonomi tingkat menengah ke atas dikuasai Eropa dan Amerika, sedangkan untuk kalangan menengah ke bawah, semuanya dikuasai China. Indonesia hanya sebagai konsumen yang tidak mampu memproduksi kebutuhannya sendiri,” ujarnya.

Meski begitu, lanjutnya, yang lebih miris adalah kenyataan bahwa Indonesia seolah tunduk begitu saja dan tidak berusaha mendapatkan keadilan yang seharusnya diterima sebagai konsekuensi dari hubungan ekonomi antar negara. Yang ada justru elit Indonesia tidak punya nyali dan tidak punya tanggungjawab, padahal jelas-jelas Indonesia sedang menuju kebangkrutan.

Elit Indonesia sibuk dengan deal-deal politik demi kepentingan pribadi, partai dan golongan masing-masing. Bisa dikatakan, nyaris tidak ada pembangunan sama sekali karena energi bangsa tersedot pada pertikaian dan hal-hal yang remeh temeh.

Untuk itu, menurut mantan Ketua Umum PB HMI (MPO) tersebut, berharap agar seluruh elit bangsa kembali pada khitahnya sebagai negarawan yang mengutamakan kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia, menuju Indonesia adil makmur dan sejahtera. (Fathur)