HMINEWS.Com – Tak bisa dipungkiri, gerakan mahasiswa masih merupakan basis untuk membina dan menggembleng calon-calon pemimpin bangsa. Meski dalam prakteknya tidak luput dari berbagai kenyataan miris, seperti maraknya korupsi oleh mereka yang dulunya merupakan aktivis sewaktu menjadi mahasiswa.

Karenanya, mahasiswa harus kembali ke khitahnya sebagai agen perubahan, demikian kata Agung Mahdi, panitia peluncuran dan bedah buku “Belajar Merawat Indonesia di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta, Rabu (15/2/2011).

“Kenapa mahasiswa, karena gerakan mahasiswa merupakan wadah untuk menggembleng calon-calon pemimpin bangsa. Kita tidak bisa menafikan, para pemimpin bangsa adalah mereka yang pernah digembleng melalui wadah ini,” kata Agung Mahdi kepada HMINEWS.Com.

Menurutnya, karena itu pulalah, Dompet Du’afa memberikan beasiswa bagi kalangan aktivis. Mereka kuliah di 3 perguruan tinggi negeri, yaitu Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM) dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Buku “Belajar Merawat Indonesia” merupakan kumpulan tulisan 24 aktivis penerima beasiswa Bakti Nusantara dari Dompet Du’afa tersebut. Salah satu penulis, Laras Susanti yang kuliah di UGM menjadi pembicara pada peluncuran dan bedah buku tersebut bersama Fajroel Rachman dan Bimar Arya.

Sengaja dipilih tema “Peran Aktivis Gerakan Mahasiswa dalam Pemberantasan Korupsi di Indonesia” dalam peluncuran buku tersebut untuk mencari formula penyelesaian masalah besar bangsa ini. (fathur)