Kendari (28/01) – Kepengurusan HMI Cabang Kendari periode 1433/1434H diresmikan oleh PB HMI. Pelantikan diresmikan oleh PB HMI, yang diwakili Kanda Ashari Burhan, ketua BADKO SULAMBANUSA.

Sementara turut hadir juga Alumni, perwakilan ormas, perwakilan beberapa organisasi kemahasiswaan baik internal kampus maupun eksternal kampus di wilayah Sulawesi Tenggara.

Meskipun acaranya digelar  malam hari, namun tidak menurunkan antusias dari seluruh pihak yang terlibat dalam acara tersebut. Terbukti ada sekitar 160 peserta memadati Aula Hotel Aden Kendari, tempat berlangsungnya acara itu.

Kegiatan itu dibuka langsung oleh Kepala BAPPEDA Kendari Alamsyah yang mewakili Pemkot Kendari bersama Ketua Badko Sulambanusa, kanda Ashari Burhan. Berlangsung dalam suasana khidmat dan lancar.

Tak seperti biasanya, acara pelantikan kali ini dikemas bersama seminar dengan tema “ Penguatan Gerakan Parsitipatif HMI Upaya Mewujudkan Pemberdayaan Masyarakat Lemah dan Terpinggirkan”. Hadir sebagai pembicara adalah Kepala Bappeda Kota Kendari, Alamsyah Lotunani, yang mewakili Pemkot Kendari kemudian Samsudin Rahim S.E, mewakili DPRD kota Kendari dan Ketua Badko Sulambanusa, Ari yang mewakili HMI.

Dalam paparannya membuka seminar tersebut, Alamsyah menyampaikan bahwa “tema seminar yang diangkat sangat relevan dengan program dan visi-misi Pemkot untuk memberdayakan masyarakat lemah dan terpinggirkan menuju masyarakat madani. Pemerintah Kota Kendari sudah cukup optimal dalam mengentaskan kemiskinan dan mencapai MDGs 2015 , tercatat dKendari (28/01) – Kepengurusan HMI Cabang Kendari periode 1433/1434H diresmikan oleh PB HMI. Pelantikan diresmikan oleh PB HMI, yang diwakili Kanda Ashari Burhan, ketua BADKO SULAMBANUSA.

Di sisi lain Samsudin Rahim juga lebih  memaparkan dengan gaya humoris bahwa “DPRD kota Kendari senantiasa melakukan tiga fungsinya, yaitu fungsi pengawasan, fungsi legislasi, dan fungsi anggaran terhadap Pemkot Kendari. Ketika  disinggung mengenai Anggaran belanja Pegawai Kota Kendari lebih tinggi daripada Anggaran Untuk Masyarakat, terutama masyarakat miskin, kami DPRD sebagai wakil rakyat akan mengevaluasinya.

Sementara itu Ashari Burhan lebih berbicara persoalan faktor penyebab adanya kemiskinan. Dia mengatakan bahwa “Masyarakat jangan hanya kasih uang untuk membangun usahanya, karena masyarakat akan bingung mau dipakai untuk apa. Sehingga masyarakat cenderung menggunakannya untuk “foya-foya” saja. Dan ironisnya juga baik Pemkot maupun DPRD tidak jarang  mengajari masyarakatnya untuk menjadi “peminta-minta”, biasanya pada momen-momen Pemilihan. Maka dari itu, kehadiran pemuda-pemuda HMI (MPO) cabang Kendari dan Pemuda yang lain sebagai garda depan untuk mengawasi dan melawan kebijakan-kebijakan yang tak pro rakyat. Untuk itu, Jadilah penjahat didepan penguasa”, demikian ungkap Ashari, disambut tepuk tangan meriah oleh peserta.

Acara pelantikan dan seminar berlangsung 5 jam dengan audiens kader HMI (MPO) cabang Kendari, Organisasi Daerah, dan organisasi kemahasiswaan lain seperti dari IMM, LMND, HMI Dipo, PII dan lainnya. Sehingga  kehadiran kader-kader tersebut cukup memeriahkan acara pelantikan dan seminar Lokal tersebut.(ldf)

Oleh : LAPMI HMI(MPO) CABANG KENDARI