HMINEWS- Berkaitan dengan semakin meningkatnya suhu politik dan tingginya insiden kekerasan di Aceh menjelang Pemilu 2012, Pusat Paguyuban Masyarakat Jawa- Aceh Pusat menyatakan sikap (PPMJ) Pusat mengutuk keras aksi biadab penembakan pada penutupan tahun 2011 di Banda Aceh, Bireuen dan Aceh Utara yang menewaskan masyarakat Jawa umumnya.

Hal tersebut disampaikan pimpinan PPMJ Aceh Pusat yang ditandatangani langsung oleh ketuanya M. SAMIN ZZ dan Sekjennya SUPRAYITNO kepada HMINEWS (03/01/2011).

PPMJ Pusat Meminta aparat keamanan di Aceh yaitu POLRI secepatnya menemukan pelaku. PPMJ Pusat menyesalkan insden yang terjadi dan mempertanyakan kepada pihak-pihak yang bertanggungjawab kenapa harus masyarakat Jawa  selalu jadi korban?

“Apa demi kepentingan pribadi atau kelompok  atau ambisi politik? rakyat yang tak berdosa dikorbankan, dimana sudah hati nurani kita?”, Kata Samin.

“Kami menyadari bahwa masyarakat Jawa di Aceh merupakan bagian tidak terpisahkan dari Rakyat Aceh secara keseluruhan demi menjaga perdamaian abadi di tanah Aceh”, tambahnya.

PPMJ di Aceh sangat resah dan sangat menyesalkan kepada Pemerintah Aceh yang membiarkan insiden terus terjadi Kami sangat berharap apapun dan bagaimanapun situasi politik baik Pilkada yang saat ini bisa memicu keributan, sebagai rakyat kami berharap Pemerintah Pusat cepat menengahi persoalan-persoalan di Aceh demi perdamaian ACEH dalam kerangka  MoU  Helsinki, UUPA dan pasti dibawah naungan NKRI

PPMJ meyakini situasi ini tak terlepas dari politik karena kejadiannya seperti direncanakan dan bersamaan. terutama kisruh pilkada saat ini. yang pasti banyak “KURAWA” (Tokoh dalam pewayangan yang berprilaku jelek dan menghancurkan) bermain paska perdamaian Mou Helsinki.

Terakhir, PPMJ Aceh Pusat kami mengharapkan perdamaian abadi tetap berlangsung di bawah Undang Undang Pemerintahan Aceh dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. [] lara