HMINEWS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)masih belum mau mengungkap siapa sebenarnya ketua besar dan bos besar yang disebut Muhammad Nazaruddin dalam persidangan. Alasannya, masih belum memiliki bukti kuat untuk itu.

“Harus ada dukungan bukti lainnya yang mendukung informasi itu. Karena itu baru pengakuan saja,” ujar Juru bicara KPK Johan Budi di kantor KPK, Kamis (5/1).

Nama bos besar dan ketua besar kembali disebut terdakwa kasus suap Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin di kantor Tipikor, Rabu (4/1). Nazarudin menyebutkan, bos besar adalah Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum dan ketua besar adalah pimpinan badan anggaran (Banggar) DPR.

Adapun, Mindo Rosalina Manulang saat ditemui di pengadilan Tipikor, Kamis (5/1), enggan memaparkan identitas ketua besar. Bahkan Rosa mengaku harus diingatkan kembali soal berita acara pemeriksaan (BAP) dalam persidangan berikutnya.

Rosa lupa isi BAP yang sudah diterangkannya dalam pemeriksaan oleh penyidik KPK. Bahkan, Rosa terkesan menghindar saat ditanya identitas ketua besar.

Rosa hanya menjelaskan, sebaiknya tanya saja pada Angelina Sondakh siapa yang dimaksud ketua besar. Padahal, percakapan soal ketua besar jelas tertulis dalam bukti percakapan lewat BBM antara Rosa dan Angelina.

“Itu kan yang nanya Bu Angie yah, sebaiknya tanyakan kepada beliau masalah ketua besar itu,” ujarnya.

Johan Budi mengatakan, KPK akan selalu menindaklanjuti setiap informasi yang ada di persidangan dan mengaku siap untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

“Informasi sekecil apa pun pasti akan kita tindaklanjuti,” kata Johan.

Johan juga mengatakan, tidak tertutup kemungkinan bos besar dan ketua besar akan dipanggil di pengadilan sebagai saksi.

Bisa saja jaksa menilai kesaksian Ketua Banggar Melchias Markus Mekeng diperlukan untuk mendukung surat dakwaan mereka. Dan itu juga masih harus didukung dari keinginan hakim.

“Bisa saja dipanggil, ini yang namanya informasi yang tidak terungkap dalam proses penyidikan,” tegasnya.[ach/MI]